Minggu, 25 Oktober 2015

Faktor faktor yang mempengaruhi harga pengiriman barang pada Lazada

Diposting oleh Ria di 16.56 0 komentar
Lazada Group adalah milik pribadi e-commerce perusahaan yang bermarkas di Singapura yang didirikan oleh Rocket Internet pada tahun 2011 dengan tujuan menjadi "Amazon.com dari Asia Tenggara." Pada 2014, Lazada Grup dioperasikan situs di Indonesia, Malaysia, yang Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam, dan telah mengangkat sekitar US $ 647.000.000 selama beberapa putaran investasi. Pada tahun 2014 kerugian operasi bersih Lazada ini adalah $ 152.500.000 pada pendapatan bersih sebesar $ 154.300.000.
Lazada.co.id merupakan bagian dari Lazada Group yang menjadi tujuan belanja online nomor satu di Asia Tenggara. Menjadi pionir di bidang e-commerce, Lazada menghadirkan layanan berbelanja yang mudah bagi konsumen dan akses langsung pada database konsumen terbesar di Asia Tenggara.
Tujuan Belanja Utama
Dengan ratusan ribu pilihan produk tersedia dari berbagai kategori, kesehatan dan kecantikan, peralatan rumah tangga, handphone dan tablet, elektronik, peralatan rumah tangga, Lazada.co.id menjadi tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan berbelanja konsumen.

Selain dari berbagai pilihan produk dari brand internasional dan lokal, konsumen juga dapat menemukan berbagai produk yang hadir secara eksklusif melalui Lazada.co.id
Berbelanja Mudah dan Nyaman
Tanpa harus melalui macet, antrian dan berdesak-desakan! Belanja kapan saja, dimana saja, melalui komputer maupun handphone.

Dengan layanan pengiriman kami yang cepat dan dapat diandalkan, konsumen hanya perlu duduk santai dan paket akan diantarkan kepada konsumen.
Berbelanja Aman dan Terpercaya
Lazada.co.id memahami pentingnya bagi konsumen untuk berbelanja dengan aman pada layanan yang dapat dipercaya. Lazada.co.id menghadirkan berbagai pilihan metode pembayaran bagi konsumen, termasuk bayar tunai di tempat atau Cash-On-Delivery, konsumen hanya perlu membayar saat menerima kiriman paket.
Lazada.co.id memastikan kualitas dan keaslian produk: semua produk yang konsumen beli di Lazada.co.id dijamin asli, bukan barang ilegal dan tidak rusak. Apabila terjadi kasus sebaliknya, Konsumen dapat mengembalikannya dalam jangka waktu 14 hari dan menerima pengembalian uang sepenuhnya, yang termasuk dalam Program Perlindungan Pelanggan.

Situs Lazada


Dalam kegiatan penjualan, harga merupakan salah satu faktor yang penting dan juga merupakan kunci keberhasilan sebuah perusahaan dalam mencapai profit (keuntungan). Harga setiap produk atau jasa di patok agar perusahaan (Lazada) dan seller yang berjualan di situs Lazada.co.id dapat menghasilkan keuntungan. Dalam penentuan harga tidak boleh terlalu tinggi karena mengakibatkan penjualan menurun, namun penentuan harga yang terlalu rendah akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

Terdapat beberapa faktor penentuan harga pengiriman barang pada situs Lazada.co.id, antara lain:

1. Jarak Pengiriman

Jarak menjadi faktor yang penting dalam penentuan harga pengiriman barang karena semakin jauh jarak yang di tempuh oleh pihak ekspedisi, maka semakin mahal harga pengiriman barang tersebut. Mengapa bisa seperti itu? Karena ketika pihak ekspedisi mengantar kiriman barang kepada konsumen, akan banyak ongkos yang di keluarkan pihak ekspedisi untuk mengantar barang konsumen sampai pada tujuan, salah satunya adalah bahan bakar.

2. Waktu Pengiriman

Waktu pengiriman menentukan harga pada pengiriman barang, karena apabila konsumen menginginkan barang tiba di tujuan dengan waktu yang cepat pula, otomatis harga pada pengiriman barang akan jauh lebih mahal karena pihak ekspedisi akan mengutamakan kiriman barang yang bersifat express (1 hari sampai) ketimbang reguler (2-3 hari sampai tergantung jarak yang di tempuh).

3. Berat Kiriman Barang

Berat kiriman barang berpengaruh terhadap harga pengiriman barang karena semakin berat kiriman barang tersebut, maka semakin besar pula harga pada pengiriman barang itu. Dan juga semakin banyak usaha yang akan di keluarkan oleh pihak ekspedisi.

4. Volume Kiriman Barang

Volume kiriman barang pun ikut berpengaruh dalam harga pengiriman barang karena semakin besar volume atau space barang tersebut, maka semakin besar juga harga pengiriman barang. Ini dapat terjadi karena space yang seharusnya dapat memuat beberapa barang, tetapi karena ada barang bermuatan besar sehingga barang bermuatan besar ini memakan space yang besar pula, sehingga harga pengiriman barang semakin besar.

5. Asuransi

Banyak konsumen yang memilih mengasuransikan kiriman barang mereka karena apabila sewaktu waktu kiriman barang hilang atau rusak, konsumen dapat mengajukan klaim kepada pihak ekspedisi. Bila konsumen menambahkan asuransi dalam kiriman barangnya, maka harga pengiriman barang pun akan bertambah. Asuransi bisa bersifat opsional, karena banyak juga konsumen yang tidak mengasuransikan kiriman barangnya. Namun tidak ada salahnya menambahkan asuransi supaya kiriman barang yang konsumen beli dapat terjamin keselamatannya.

6. Policy

Terdapat aturan aturan tertentu yang di terapkan oleh e-commerce dan pihak ekspedisi. Tentu saja, sebagai konsumen kita harus mentaati aturan aturan yang di terapkan oleh e-commerce dan pihak ekspedisi. Contohnya: pihak ekspedisi akan menolak mengirim buah durian karena durian memiliki bau yang cukup tajam. Dan pihak ekspedisi akan menolak mengirim barang yang bersifat cairan seperti parfum karena apabila parfum tersebut terbentur, pecah atau tumpah di jalan, di khawatirkan parfum akan mengenai kiriman barang yang lainnya dan menyebabkan penambahan ongkos seperti packing ulang.


Dalam situs Lazada.co.id/shipping, Lazada  membagi skema pengiriman ke dalam tiga (3) bagian utama, yaitu Zona 1, Zona 2, dan Seluruh wilayah diluar Zona 1 & 2:

Pihak ekspedisi yang bekerja sama dengan Lazada

Zona 1: Wilayah JABODETABEK. Cakupan pengirimannya:
- DKI Jakarta
- Bogor
- Tangerang
- Tangerang Selatan
- Bekasi
- Kab. Bandung Barat (di luar Kota Bandung)
- Kab. Bandung (di luar Kota Bandung)
- Kota Tasikmalaya
- Kota Sukabumi
- Kota Cirebon

Biaya kirim pada Zona 1 ditentukan sesuai berat produk:
Customer Zona 1 membeli dari Seller Zona 1, jika berat dibawah 7kg, pengiriman gratis
Customer Zona 1 membeli dari Seller Zona 2 atau 3, pengiriman dibayarkan oleh Customer

Zona 2: Wilayah Jawa Timur.
Biaya kirim pada Zona 2 ditentukan sesuai berat produk:
Customer Zona 2 membeli dari Seller Zona 2, jika berat dibawah 7kg, pengiriman gratis
Customer Zona 2 membeli dari Seller Zona 1 atau 3, pengiriman dibayarkan oleh Customer

Zona 3: Seluruh wilayah di luar cakupan Zona 1 & 2. Cakupan pengirimannya:

- Nanggroe Aceh Darussalam
- Sumatera Utara
- Kepulauan Riau
- Riau
- Sumatera Barat
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bangka Belitung
- Bengkulu
- Bangka Belitung
- Lampung
- Banten (di luar Tangerang & Tangerang Selatan)
- Jawa Barat
- Kota Langsa
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Kab. Bengkayang
- Kab. Kapuas Hulu
- Kab. Kayong Utara
- Kab. Ketapang
- Kab. Ketapang (Kec. Ketapang)
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Landak
- Kab. Melawi
- Kab. Pontianak
- Kab. Sambas
- Kab. Sanggau
- Kab. Sekadau
- Kab. Sintang
- Kota Pontianak
- Kota Singkawang
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua
- Papua Barat
Biaya pengiriman : Disesuaikan dengan lokasi pengiriman barang dan jenis barang yang di pesan.
Untuk wilayah selain dari Zona 1& 2, seluruh pemesanan barang akan dikenakan biaya pengiriman. Besarnya biaya pengiriman akan ditentukan dari lokasi pengiriman barang dan jenis barang yang dipesan (berat KG atau besar dimensinya).



Referensi:
1. https://en.wikipedia.org/wiki/Lazada_Group
2. www.lazada.co.id/about/
3. www.lazada.co.id/shipping/


Nama: R. Nur Utaria
NPM: 6124006

Sabtu, 10 Oktober 2015

Tugas E-Bisnis Logistik

Diposting oleh Ria di 20.21 0 komentar
Berikut saya jabarkan materi tentang E-Bisnis Logistik.



E-Bisnis 

  

E-Bisnis adalah kegiatan transaksi, jual beli, bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik/internet, dan juga perusahaan dapat berhubungan langsung dengan customernya, rekan bisnis ataupun dengan supplier. E-bisnis pun memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga dapat berupa iklan yang mengajak seseorang untuk membeli sebuah produk.



E-Bisnis memiliki karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional, hanya saja E-Bisnis memiliki cakupan yang berbeda. Bisnis mengandalkan pertemuan antar pebisnis seperti halnya rapat ditempat khusus, atau sekadar untuk berkenalan dengan partner bisnis, sedangkan E-Bisnis mengandalkan media internet sebagai sarana untuk memperoleh tujuannya.  

Dalam kegiatan E-Bisnis, ada lima kemungkinan bentuk hubungan bisnis berdasarkan transaksinya, yaitu:
  • Business to Business (B2B) merupakan perdagangan antar pelaku usaha bisnis. 
  • Business to Consumer (B2C) merupakan perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan konsumen. 
  • Consumer to Consumer (C2C) merupakan perdagangan antar konsumen yang satu dengan konsumen yang lain. 
  • Consumer to Business (C2B) merupakan perdagangan antar konsumen dengan pelaku bisnis atau perusahaan.
  • Intrabusiness E-Bisnis merupakan perdagangan dalam lingkup intranet perusahaan yang melibatkan pertukaran barang, jasa, dan informasi. 

E-Bisnis berbeda dengan E-Commerce. Perbedaan yang mendasar antara E-Commerce dan E-Bisnis adalah bahwa tujuan e-commerce berorientasi pada bagaimana memperoleh keuntungan, sedangkan E-Bisnis berorientasi pada kepentingan jangka panjang dan sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya. Selain dari perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ternyata keduanya juga memiliki persamaan tujuan yaitu memajukan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih besar dari sebelumnya.

Logistik

Ketika berbicara tentang logistik, tantangan yang selalu muncul adalah bagaimana memberikan produk kepada pelanggan secepat mungkin. Logistik berkaitan dengan aliran bahan dalam rantai pasokan, dari sumber melalui proses industri untuk pelanggan, dan kemudian untuk re-use/re-cycle atau pembuangan. Dengan mengkoordinasikan semua sumber daya, logistik harus memastikan bahwa kesepakatan layanan dengan pelanggan harus dihormati.

Berikut saya kutip pengertian logistik dari berbagai sumber.
1. Logistik didefinisikan sebagai kerangka perencanaan bisnis untuk pengelolaan material, layanan, informasi dan arus modal. Logistik mencakup sistem informasi, komunikasi dan kontrol yang semakin kompleks yang diperlukan dalam lingkungan bisnis saat ini. — (Logistix Partners Oy, Helsinki, FI, 1996).

2. Logistik didefinisikan sebagai keseluruhan bahan, barang, alat dan sarana yang diperlukan dan dipergunakan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya.  (Sondang P Siagian, 2003).


3. Logistik didefinisikan sebagai bagian dari proses rantai suplai (supply chain) yang berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan dan informasi mulai dari titik awal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen. — (Yolanda M. Siagian, 2005).

Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa logistik merupakan suatu proses atau aktivitas di mulai dari pengadaan atau procurement, penyimpanan dan pendistribusian dari titik asal hingga titik tujuan guna memenuhi keperluan konsumen.

Adapun kegiatan logistik meliputi:


1. Customer service.

2. Demand forecasting.

3. Inventory management.
4. Logistics communications.
5. Materials handling.
6. Order processing.
7. Packaging.
8. Parts and service support.
9. Plant and warehouse site selection.
10. Procurement.
11. Reserve logistics traffic and transportation.
12. Warehousing.



Pada postingan ini, saya akan menjelaskan salah satu dari kegiatan logistik yaitu warehousing.

Warehousing

Warehousing atau pergudangan adalah fasilitas khusus yang bersifat tetap, yang dirancang untuk mencapai target tingkat pelayanan dengan total biaya yang paling rendah.

Gudang pada dasarnya adalah bangunan yang secara fisik mempunyai kriteria tertentu sebagai tempat penyimpanan barang, yang mana di dalamnya terdapat proses pergudangan (warehousing) berupa storage dan material handling.



Warehousing atau pergudangan berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan warehouse adalah akurasi pergerakan barang dan menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan.

Adapun klasifikasi gudang terdiri dari 2 macam, yakni berdasarkan kepemilikian dan berdasarkan operasional.

Klasifikasi gudang berdasarkan kepemilikan terdiri dari:
1. Gudang umum (public warehouse) pada dasarnya adalah gudang yang diperoleh dari menyewa atau mengontrak dari pihak lain untuk dipergunakan menyimpan barang. Tipe public warehouse adalah sbb:

  • General merchandise
Gudang jenis ini adalah yang paling umum. Gudang ini dirancang untuk digunakan oleh pabrik, distributor dan pelanggan untuk menyimpan beragam jenis barang dagangan. Barang dagangan tersebut biasanya tidak memerlukan penanganan khusus yang biasa terdapat dalam jenis gudang lainnya.

  • Cold Storage warehouse 
Gudang tipe ini pada umumnya dipergunakan untuk menyimpan barang tidak tahan lama (perishable goods) atau produk yang membutuhkan suhu tertentu untuk ketahanannya, terdiri dari :
    • Hasil alam, misal buah, sayur ataupun hasil laut
    • Hasil pabrik, misal bahan kimia kertas photo, photographics film.
  • Bonded warehouse 
Gudang yang biasa dipergunakan oleh lembaga bea dan cukai untuk menyimpan barang selama barang tersebut (barang import) masih dalam tahap karantina, pengurusan dokumen masuk, ataupun pembayaran bea masuknya ke suatu negara.
  • Households Goods warehouse 
Gudang jenis ini pada umumnya digunakan oleh perorangan daripada oleh lembaga bisnis. Biasa dipergunakan pabrik-pabrik furniture household moving companies, walau kadang-kadang digunakan untuk barang dagangan.
  • Special Commodity warehouse 
Gudang khusus ini, sesuai dengan namanya hanya diperuntukkan secara khusus pada komoditi tertentu dengan satu penanganan secara khusus terhadap produk tersebut. Gudang ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
    • Fasilitas pengumpulan dari berbagai sumber pasokan untuk selanjutnya dijual ke suatu pasar tertentu.
    • Tempat menyimpan untuk jangka waktu tertentu.
    • Komoditi disimpan dalam ukuran/besaran tertentu dengan kualitas dan grade yang sama.
    • Pada umumnya dilengkapi dengan fasilitas tambahan, misalnya mesin giling padi atau gandum, mesin ress katun, dll.
  • Bulk Storage warehouse

Gudang jenis ini biasanya dipergunakan untuk produk-produk cairan dan kering dalam ukuran besar, untuk kemudian dipecah atau dibagi dalam ukuran yang lebih kecil.

Contoh produk bahan kimia, batubara, pasir besi, dll.



2. Private warehouse pada dasarnya adalah gudang yang dibangun sendiri atau gudang yang diperoleh secara leasing.



Sedangkan klasifikasi gudang berdasarkan operasional terdiri dari:

1. Plant atau bus warehouse
2. Distribution center

Kegiatan warehouse dMaiProcessing Center (MPC) 
Bandung 40400
E-Logistik


E-Logistik adalah singkatan dari Elektronik Logistik, yang mana merupakan pengembangan dari logistik konvensional menjadi sistem logistik yang menggunakan perangkat elektronik. Terdapat dua kata utama yaitu elektronik dan logistik.

Berikut saya kutip pengertian e-logistik dari berbagai sumber.

1. Menurut Liang-Jie Zhang, E-logistik didefinisikan sebagai mekanisme logistik yang mengotomatisasi proses dan menyediakan sebuah integrasi, pengisian end-to-end dan manajemenlayanan rantai pasokan bagi para pelaku proses logistik. Proses-proses logistik yang otomatis melalui e- logistik memberikan visibilitas rantai suplai dan dapat menjadi bagian dari e-Commerce atau sistem Workflow di perusahaan.

2. Menurut Aoramo, E-logistik secara singkat dapat diartikan sebagai proses yang diperlukanuntuk mentransfer barang yang dijual melalui internet kepada pelanggan.

3. Menurut Prof. Dr. Winfried Krieger, E-Logistik adalah fungsi operasional e-commerce dane-procurement  dan merupakan bagian dari Bisnis Elektronik.

Implementasi e-Logistics memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pada tataran mikro, kunci keberhasilan penerapannya terletak pada tiga hal, yaitu: people, process, dan infrastruktur.

People, yaitu kesiapan orang-orang yang terlibat dalam proses e-logistics, baik sebagai penyedia informasi maupun pengguna informasi e-logistics. Selain kompetensinya sebagai prasyarat utama, perubahan pola pikir dan budaya juga harus menyesuaikan dengan sistem e-logistics. 

Kemudian, kunci keberhasilan kedua adalah proses. Dengan diterapkannya e-logistics harus diikuti dengan perubahan proses bisnis, pola operasi, dan aktivitas atau prosedur sesuai dengan platform-logistics yang menggunakan teknologi elektronik atau internet.

Dan yang ketiga adalah dukungan infrastruktur yang memadai untuk menjalankan proses bisnis, operasi, dan prosedur e-logistics. Dan infrastruktur dan sistem pendukung e-logistics harus dipastikan andal.

Sementara pada tataran makro, kunci keberhasilan e-logistics ini yaitu memerlukan komitmen pemerintah sebagai regulator dan pelayanan birokrasi yang terkait dengan sistem logistik, antara lain: kepabeanan, ekspor dan impor, regulasi logistik, transportasi, pelabuhan laut, dan bandar udara, selain koordinasi, sinkronisasi regulasi dan pelayanan birokrasi sistem logistik agar disesuaikan dengan platform e-logistics. 



Referensi:
1. http://study-ebusiness.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-e-business.html
2. http://octianaeni.blogspot.co.id/2013/10/definisi-e-business-dan-perbedaannya.html
3. http://rinatnunay.com/2013/07/02/beberapa-pengertian-tentang-logistik/
4. http://dennytrisna.blogspot.co.id/2012/12/pergudangan-warehousing.html
5. http://www.scribd.com/doc/67312646/Makalah-e-Logistik#scribd
6. http://teknopreneur.com/it/teknopreneur-ini-nih-syarat-penerapan-e-logistics-di-indonesia



Nama: R. Nur Utaria
NPM: 6124006
 

R. Nur Utaria Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea