Sabtu, 10 Oktober 2015

Tugas E-Bisnis Logistik

Diposting oleh Ria di 20.21
Berikut saya jabarkan materi tentang E-Bisnis Logistik.



E-Bisnis 

  

E-Bisnis adalah kegiatan transaksi, jual beli, bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik/internet, dan juga perusahaan dapat berhubungan langsung dengan customernya, rekan bisnis ataupun dengan supplier. E-bisnis pun memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga dapat berupa iklan yang mengajak seseorang untuk membeli sebuah produk.



E-Bisnis memiliki karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional, hanya saja E-Bisnis memiliki cakupan yang berbeda. Bisnis mengandalkan pertemuan antar pebisnis seperti halnya rapat ditempat khusus, atau sekadar untuk berkenalan dengan partner bisnis, sedangkan E-Bisnis mengandalkan media internet sebagai sarana untuk memperoleh tujuannya.  

Dalam kegiatan E-Bisnis, ada lima kemungkinan bentuk hubungan bisnis berdasarkan transaksinya, yaitu:
  • Business to Business (B2B) merupakan perdagangan antar pelaku usaha bisnis. 
  • Business to Consumer (B2C) merupakan perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan konsumen. 
  • Consumer to Consumer (C2C) merupakan perdagangan antar konsumen yang satu dengan konsumen yang lain. 
  • Consumer to Business (C2B) merupakan perdagangan antar konsumen dengan pelaku bisnis atau perusahaan.
  • Intrabusiness E-Bisnis merupakan perdagangan dalam lingkup intranet perusahaan yang melibatkan pertukaran barang, jasa, dan informasi. 

E-Bisnis berbeda dengan E-Commerce. Perbedaan yang mendasar antara E-Commerce dan E-Bisnis adalah bahwa tujuan e-commerce berorientasi pada bagaimana memperoleh keuntungan, sedangkan E-Bisnis berorientasi pada kepentingan jangka panjang dan sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya. Selain dari perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ternyata keduanya juga memiliki persamaan tujuan yaitu memajukan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih besar dari sebelumnya.

Logistik

Ketika berbicara tentang logistik, tantangan yang selalu muncul adalah bagaimana memberikan produk kepada pelanggan secepat mungkin. Logistik berkaitan dengan aliran bahan dalam rantai pasokan, dari sumber melalui proses industri untuk pelanggan, dan kemudian untuk re-use/re-cycle atau pembuangan. Dengan mengkoordinasikan semua sumber daya, logistik harus memastikan bahwa kesepakatan layanan dengan pelanggan harus dihormati.

Berikut saya kutip pengertian logistik dari berbagai sumber.
1. Logistik didefinisikan sebagai kerangka perencanaan bisnis untuk pengelolaan material, layanan, informasi dan arus modal. Logistik mencakup sistem informasi, komunikasi dan kontrol yang semakin kompleks yang diperlukan dalam lingkungan bisnis saat ini. — (Logistix Partners Oy, Helsinki, FI, 1996).

2. Logistik didefinisikan sebagai keseluruhan bahan, barang, alat dan sarana yang diperlukan dan dipergunakan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya.  (Sondang P Siagian, 2003).


3. Logistik didefinisikan sebagai bagian dari proses rantai suplai (supply chain) yang berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan dan informasi mulai dari titik awal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen. — (Yolanda M. Siagian, 2005).

Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa logistik merupakan suatu proses atau aktivitas di mulai dari pengadaan atau procurement, penyimpanan dan pendistribusian dari titik asal hingga titik tujuan guna memenuhi keperluan konsumen.

Adapun kegiatan logistik meliputi:


1. Customer service.

2. Demand forecasting.

3. Inventory management.
4. Logistics communications.
5. Materials handling.
6. Order processing.
7. Packaging.
8. Parts and service support.
9. Plant and warehouse site selection.
10. Procurement.
11. Reserve logistics traffic and transportation.
12. Warehousing.



Pada postingan ini, saya akan menjelaskan salah satu dari kegiatan logistik yaitu warehousing.

Warehousing

Warehousing atau pergudangan adalah fasilitas khusus yang bersifat tetap, yang dirancang untuk mencapai target tingkat pelayanan dengan total biaya yang paling rendah.

Gudang pada dasarnya adalah bangunan yang secara fisik mempunyai kriteria tertentu sebagai tempat penyimpanan barang, yang mana di dalamnya terdapat proses pergudangan (warehousing) berupa storage dan material handling.



Warehousing atau pergudangan berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan warehouse adalah akurasi pergerakan barang dan menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan.

Adapun klasifikasi gudang terdiri dari 2 macam, yakni berdasarkan kepemilikian dan berdasarkan operasional.

Klasifikasi gudang berdasarkan kepemilikan terdiri dari:
1. Gudang umum (public warehouse) pada dasarnya adalah gudang yang diperoleh dari menyewa atau mengontrak dari pihak lain untuk dipergunakan menyimpan barang. Tipe public warehouse adalah sbb:

  • General merchandise
Gudang jenis ini adalah yang paling umum. Gudang ini dirancang untuk digunakan oleh pabrik, distributor dan pelanggan untuk menyimpan beragam jenis barang dagangan. Barang dagangan tersebut biasanya tidak memerlukan penanganan khusus yang biasa terdapat dalam jenis gudang lainnya.

  • Cold Storage warehouse 
Gudang tipe ini pada umumnya dipergunakan untuk menyimpan barang tidak tahan lama (perishable goods) atau produk yang membutuhkan suhu tertentu untuk ketahanannya, terdiri dari :
    • Hasil alam, misal buah, sayur ataupun hasil laut
    • Hasil pabrik, misal bahan kimia kertas photo, photographics film.
  • Bonded warehouse 
Gudang yang biasa dipergunakan oleh lembaga bea dan cukai untuk menyimpan barang selama barang tersebut (barang import) masih dalam tahap karantina, pengurusan dokumen masuk, ataupun pembayaran bea masuknya ke suatu negara.
  • Households Goods warehouse 
Gudang jenis ini pada umumnya digunakan oleh perorangan daripada oleh lembaga bisnis. Biasa dipergunakan pabrik-pabrik furniture household moving companies, walau kadang-kadang digunakan untuk barang dagangan.
  • Special Commodity warehouse 
Gudang khusus ini, sesuai dengan namanya hanya diperuntukkan secara khusus pada komoditi tertentu dengan satu penanganan secara khusus terhadap produk tersebut. Gudang ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
    • Fasilitas pengumpulan dari berbagai sumber pasokan untuk selanjutnya dijual ke suatu pasar tertentu.
    • Tempat menyimpan untuk jangka waktu tertentu.
    • Komoditi disimpan dalam ukuran/besaran tertentu dengan kualitas dan grade yang sama.
    • Pada umumnya dilengkapi dengan fasilitas tambahan, misalnya mesin giling padi atau gandum, mesin ress katun, dll.
  • Bulk Storage warehouse

Gudang jenis ini biasanya dipergunakan untuk produk-produk cairan dan kering dalam ukuran besar, untuk kemudian dipecah atau dibagi dalam ukuran yang lebih kecil.

Contoh produk bahan kimia, batubara, pasir besi, dll.



2. Private warehouse pada dasarnya adalah gudang yang dibangun sendiri atau gudang yang diperoleh secara leasing.



Sedangkan klasifikasi gudang berdasarkan operasional terdiri dari:

1. Plant atau bus warehouse
2. Distribution center

Kegiatan warehouse dMaiProcessing Center (MPC) 
Bandung 40400
E-Logistik


E-Logistik adalah singkatan dari Elektronik Logistik, yang mana merupakan pengembangan dari logistik konvensional menjadi sistem logistik yang menggunakan perangkat elektronik. Terdapat dua kata utama yaitu elektronik dan logistik.

Berikut saya kutip pengertian e-logistik dari berbagai sumber.

1. Menurut Liang-Jie Zhang, E-logistik didefinisikan sebagai mekanisme logistik yang mengotomatisasi proses dan menyediakan sebuah integrasi, pengisian end-to-end dan manajemenlayanan rantai pasokan bagi para pelaku proses logistik. Proses-proses logistik yang otomatis melalui e- logistik memberikan visibilitas rantai suplai dan dapat menjadi bagian dari e-Commerce atau sistem Workflow di perusahaan.

2. Menurut Aoramo, E-logistik secara singkat dapat diartikan sebagai proses yang diperlukanuntuk mentransfer barang yang dijual melalui internet kepada pelanggan.

3. Menurut Prof. Dr. Winfried Krieger, E-Logistik adalah fungsi operasional e-commerce dane-procurement  dan merupakan bagian dari Bisnis Elektronik.

Implementasi e-Logistics memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pada tataran mikro, kunci keberhasilan penerapannya terletak pada tiga hal, yaitu: people, process, dan infrastruktur.

People, yaitu kesiapan orang-orang yang terlibat dalam proses e-logistics, baik sebagai penyedia informasi maupun pengguna informasi e-logistics. Selain kompetensinya sebagai prasyarat utama, perubahan pola pikir dan budaya juga harus menyesuaikan dengan sistem e-logistics. 

Kemudian, kunci keberhasilan kedua adalah proses. Dengan diterapkannya e-logistics harus diikuti dengan perubahan proses bisnis, pola operasi, dan aktivitas atau prosedur sesuai dengan platform-logistics yang menggunakan teknologi elektronik atau internet.

Dan yang ketiga adalah dukungan infrastruktur yang memadai untuk menjalankan proses bisnis, operasi, dan prosedur e-logistics. Dan infrastruktur dan sistem pendukung e-logistics harus dipastikan andal.

Sementara pada tataran makro, kunci keberhasilan e-logistics ini yaitu memerlukan komitmen pemerintah sebagai regulator dan pelayanan birokrasi yang terkait dengan sistem logistik, antara lain: kepabeanan, ekspor dan impor, regulasi logistik, transportasi, pelabuhan laut, dan bandar udara, selain koordinasi, sinkronisasi regulasi dan pelayanan birokrasi sistem logistik agar disesuaikan dengan platform e-logistics. 



Referensi:
1. http://study-ebusiness.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-e-business.html
2. http://octianaeni.blogspot.co.id/2013/10/definisi-e-business-dan-perbedaannya.html
3. http://rinatnunay.com/2013/07/02/beberapa-pengertian-tentang-logistik/
4. http://dennytrisna.blogspot.co.id/2012/12/pergudangan-warehousing.html
5. http://www.scribd.com/doc/67312646/Makalah-e-Logistik#scribd
6. http://teknopreneur.com/it/teknopreneur-ini-nih-syarat-penerapan-e-logistics-di-indonesia



Nama: R. Nur Utaria
NPM: 6124006

0 komentar:

Posting Komentar

 

R. Nur Utaria Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea